Eko enzim (eco enzyme)
Perlu di pahami dulu teorinya, setelah tahu baru di coba dan dipraktekannya. Bagi orang yang sibuk cari duit dan minus dari kreatif, inisiatif dan teman temannya. Tidak usah mempraktikan ilmu ini.
Eko enzim (eco enzyme) adalah cairan serbaguna hasil fermentasi limbah organik dapur seperti sisa buah dan sayuran yang dicampur dengan gula dan air. Cairan ramah lingkungan ini pertama kali dikembangkan oleh Dr. Rosukon Poompanvong dari Thailand untuk mengurangi sampah organik sekaligus menciptakan produk pembersih alami yang bebas bahan kimia sintetis. Sumber :
Manfaat Utama Eko EnzimPembersih Rumah Tangga: Alternatif alami untuk mengepel lantai, mencuci piring, dan membersihkan toilet.Pupuk Organik: Menyuburkan tanah dan merangsang pertumbuhan akar tanaman jika diencerkan dengan air.Pengusir Hama: Mengontrol hama tanaman dan menjauhkan serangga seperti semut atau kecoak.Penghilang Bau: Menetralkan aroma tidak sedap di saluran air, tempat sampah, atau ruangan tertutup. Sumber
Rumus & Cara Pembuatan Pembuatan eko enzim menggunakan rumus perbandingan baku, yaitu 10 : 3 : 1. Sumber
- 10 Bagian: Air bersih
- 3 Bagian: Sisa buah/sayur mentah (misal: kulit jeruk, apel, nanas)
- 1 Bagian: Gula merah atau molas. Sumber
Langkah Pembuatan :
- Potong Kecil: Rajang sisa kulit buah atau sayuran segar agar proses fermentasi berjalan maksimal.
- Campurkan Bahan: Masukkan air, gula, dan potongan limbah organik ke dalam wadah plastik bertutup. Jangan gunakan wadah kaca karena bisa pecah akibat tekanan gas.
- Simpan & Fermentasi: Tutup rapat wadah dan simpan di tempat teduh selama 3 bulan.
- Buang Gas: Pada minggu-minggu awal, buka tutup wadah seminggu sekali secara perlahan untuk melepaskan gas yang menumpuk.
- Panen: Setelah 3 bulan, saring cairan yang sudah berwarna cokelat gelap dengan aroma asam segar khas cuka. Sumber
- Toples berbahan kaca, bisa dipakai toples kueh atau buat kobucha beli disinih ukuran 3 - 5 liter atau toples air berkran biar mudah mengalirkan air prosesnya.
- Airlock atau pengunci udara, Untuk alat fermentasi (airlock), diameter lubang yang perlu dibuat pada tutup wadah adalah sekitar 1,2 cm hingga 1,6 cm (disesuaikan dengan ukuran karet grommet bawaan) beli disinih atau marketplace lain
Hal yang Perlu Diperhatikan
- Jenis Sampah: Gunakan sisa nabati mentah. Hindari produk hewani seperti sisa daging, ikan, atau makanan matang karena akan memicu pembusukan dan bakteri patogen.
- Iritasi Kulit: Cairan murni eko enzim sangat asam. Selalu encerkan dengan air sebelum digunakan dan lakukan uji coba kecil jika kulit Anda sensitif.
- Bukan untuk Dikonsumsi: Eko enzim hanya ditujukan untuk pemakaian luar dan kebersihan, bukan untuk diminum.Apakah Anda tertarik untuk membuat eko enzim sendiri di rumah, atau ingin tahu lebih detail tentang takaran pengenceran untuk keperluan tertentu?

Komentar
Posting Komentar
Bertutur sapa yang sopan dan tidak memberikan link spam. terimakasih