Postingan

Menampilkan postingan dengan label WHO

Kunjungan Masmedia ke KKP Tanjung Priok

Pada hari jum'at, 03 Pebruari 2012. Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas I Tanjung Priok dikunjungi oleh beberapa Masmedia, Media Masa dan elektronik  untuk meliput " Waspada Flu Burung ". Bagaimana hasil liputan dari masmedia tersebut ?. Berita Satu ,  Inilah liputannya : Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas I Tanjung Priok menyatakan selalu siaga untuk penanggulangan flu burung dalam pemeriksaan awak kapal maupun muatan di pelabuhan tersebut. "Kita selalu siap, selalu melakukan simulasi. Dan ada eskalasi (peningkatan) kegiatan jika pemerintah menetapkan ada wabah tertentu," kata Kepala KKP Tanjung Priok dr Azimal M.Kes dalam temu media di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Jumat (3/2) Ia mengatakan pihaknya selalu memantau laman Badan Kesehatan Dunia (WHO) jika ada penyakit yang dinyatakan pandemi, dan melakukan langkah persiapan terutama dalam menangani kapal-kapal dari negara asal pandemi. "Seperti misalnya wabah flu burung, kami akan melakukan peme...

Publikasi Kegiatan Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas I Tanjung Priok

Dalam pelaksanaan kegiatan diperlukan suatu media sebagai bukti bahwa kegiatan itu dilaksanakan. Namun semuanya tidak lepas dari kreativitas yang datang dari personal dengan dukungan peralatan yang disediakan oleh kantor. Ide mempublikasikan suatu kegiatan berawal pada tahun 2006 bermodalkan kamera saku olympus dan berjalan sampai tahun 2008, pada tahun 2009 penggunaan kamera saku milik pribadi merk Canon A550 mulai ikut andil sampai dengan tahun 2010 dan pengadaan kamera saku inventaris kantor mulai aktif pada tahun 2010 sampai sekarang. Lepas dari penggunaan kamera milik kantor atau pribadi hasilnya adalah hampir semua kegiatan telah diabadikan dan sebagian dipublikasikan dengan media internet dan semuanya bisa di lihat di bawah ini : di Google Photo KKP Kelas I Tanjung Priok di Google Photo Nana Mulyana Semoga ke depan pengadaan barang untuk kamera adalah camera DSLR semi profesional kalau bisa profesional. Selain kegiatan yang diabadikan lewat photo kamera yang telah dipublikasikan...

WHO Selidiki Kematian Penderita Kaki Gajah di Bandung

TEMPO Interaktif , BANDUNG - Kematian warga yang diduga meninggal setelah pengobatan kaki gajah di Kabupaten Bandung terus bertambah. Tercatat sementara, ada 8 orang dari sebelumnya 3 orang. "WHO dan Departemen Kesehatan yang menyelidiki kematian itu," kata Kepala Bidang Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung dr. Suhardiman, Jumat (13/11). Ditemui Tempo di kantor Dinas Kesehatan Jawa Barat seusai melapor, dia mengatakan Badan Kesehatan Dunia dan Departemen Kesehatan mencari data ke sejumlah rumah sakit yang merawat warga setelah pengobatan massal anti kaki gajah pada 10 November lalu. Kunjungan itu diantaranya ke RSUD Majalaya, tempat yang paling banyak merawat pasien karena efek samping obat Diethyl Carbamazine Citrate (DEC) dan Albendazol. Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung tidak ikut menyelidiki karena rumah sakit, WHO, dan Depkes lebih berwenang. "Kan obatnya juga dari WHO, kalau kita hanya membagikan saja," ujarnya. Su...

Indonesia Mengusulkan Agar WHO Merevisi Parameter Status Pandemi

Indonesia mengusulkan agar WHO merevisi parameter dalam menentukan status pandemi karena status pandemi yang ditetapkan dapat membawa konsekuensi yang cukup berat bagi suatu negara (dalam hal ini contohnya Meksiko). Dalam menetapkan status pandemi hendaknya bukan hanya berdasarkan transmissibillity (penularan antar manusia) saja tetapi harus juga memasukkan pertimbangan determinan klinis (morbiditas dan mortalitas) serta determinan virologi/ gen sequencing (high atau low pathogenic) . Usul Indonesia itu disepakati sebagai salah satu klausul dalam Joint Ministerial Statement ASEAN +3 Ministers Special Meeting on Influenza A H1N1 di Bangkok Thailan tanggal 7-8 Mei 2009. Hal itu disampaikan Menkes Dr.dr.Siti Fadilah Supari, Sp.JP(K ) kepada para wartawan saat Jumpa Pers setibanya di tanah air usai menghadiri pertemuan Menteri Kesehatan ASEAN +3 (China, Jepang dan Korea) tanggal 9 Mei 2009. Selengkapnya.........