Jumat, 14 Oktober 2011

Target REMUNERASI atau Pencapaian target Kinerja

Setiap Instansi untuk menyambut remunerasi PNS sangat beragam, mulai dari hiruk pikuk mencari popularitas, ketakutan jika remunerasi itu terlaksana, biasa biasa saja seperti menunggu matahari bersinar setiap pagi dan beragam tindakan menurut logika sudah tidak wajar lagi. Pelaksanaan remunerasi sebenarnya adalah bagaimana sikap yang nyata dalam menuntaskan suatu pekerjaan secara optimal setiap hari sesuai jam kerja (menurut penulis), bukan datang pagi dan pulang sore tepat waktu, tetapi target pekerjaan banyak yang terbengkalai. 

Kita tenggok dulu apa sih REMUNERASI atau Remuneration  itu " Remunerasi adalah imbalan kerja yang dapat berupa gaji, tunjangan tetap, honorarium, insentif, bonus atas prestasi, pesangon dan/atau pensiun. Penetapan harus mempertimbangkan prinsip proporsionalitas, kesetaraan dan kepatutan Sehingga sistem remunerasi wajib memperhatikan komponen atas Individu, komponen atas Pekerjaan, dan komponen atas Kinerja, pengertian lain ; REMUNERASI Arti harafiahnya adalah "payment" atau penggajian, bisa juga uang ataupun substitusi dari uang yang ditetapkan dengan peraturan tertentu sebagai imbal balik suatu pekerjaan dan bersifat rutin. Sedangkan pengertian resmi menurut kamus Bahasa Indonesia adalah pembelian hadiah (penghargaan atas jasa dsb); imbalan.

Sebaiknya benahi dulu SDM yang ada dengan peningkatan keterampilan dan kemampuan bekerja sehingga tercapai kegiatan yang dilaksanakan. Jadi output yang dicapai adalah hasil kerjaan bukan semata kehadiran (pengertian yang salah tentang disiplin kerja). Dengan pemberian beban kerja yang dinamis terhadap PNS yang disesuaikan dengan kemampuan individual PNS tersebut maka kehadiran tepat waktu tidak akan menjadi masalah berarti. Jika Remunerasi telah ditetapkan pada suatu Instansi Pemerintah secara otomatis kehadiran tepat waktu dari PNS di dalamnya akan terlaksana (bagian dari system). Tetapi apakah beban kerja dan kemampuan melaksanakan pekerjaan juga akan berjalan otomatis mengikuti ? jawabnya adalah "TIDAK" kenapa karena ketaatan dan pencapaian target pekerjaan sangat didominasi oleh mental model dari pada PNS itu sendiri. 

Pelaksanaan suatu system pekerjaan tidak lepas dari management pimpinan kepada bawahannya, apakah atasan langsung atau pimpinan unit pekerjaan tesebut bisa memanage bawahannya atau tidak dan kemampuan menguasai pekerjaan sebagai pimpinan pada skala konsep pekerjaan. Jika tidak maka ada kesalahan apa atau sejauh mana kredibilitas pengangkatan suatu pimpinan unit kerja tersebut dipilih, terpilih atau mencalonkan dipilih. Jika pengangkatan jabatan PNS suatu pimpinan bukan berdasarkan kemampuan bekerja indivual dalam mencapai suatu pekerjaan terus yang selama ini berdasarkan apa ?. Dan bagaimana jika orang yang ditempatkan pada posisi pekerjaan "TIDAK TAHU APA  PEKERJAAN SEBENARNYA" pada unit kerja tersebut, ditambah dengan basic pendidikan dan basic awal perkerjaan yang dijalani selama ini.

Remunerasi bisa saja terlaksana baik berjalan mulus, tersedat sendat, tersantuk santuk. Tetapi apakah wajah PNS negeri ini hanya tergantung hanya karena sebuah iming iming yang aduhai yang namanya "Remunerasi" tentunya tidak, banyak wajah PNS bisa hidup sejahtera dan bahagia tanpa Remunerasi APALAGI korupsi dan emblem kucuran alokasi dana dan bisa melaksanakan tugas dengan lancar dan mencapai target yang diharapakan. Walaupun penghasilan bagaikan "lagu Umar Bakri ciptaan Iwan Fals" dan P7 : Pergi Pagi Pulang Petang Penghasilan Pas Pasan. Jika Anda PNS dan ingin KAYA, " JANGAN JADI PNS, TETAPI JADILAH PENGUSAHA" pilihan Anda sebagai PNS adalah salah jalan,sebaiknya cepat lakukan koreksi diri sebelum terlambat.

Remunerasi, bukan Segala - galanya, tanpa Remunerasi-pun dunia tidak akan kiamat, tanpa Remunerasi , PNS masih bisa sekalohkan anak-anaknya ketingkat sarjana. Remunerasi tidak akan merubah Mental Model. Tingkatkan kemampuan diri dalam  KREATIFITAS,dan INOVATIF baik dalam bekerja atau yang mendukung pekerjaan, semuanya perlu pengorbanan. Kemampuan diri dalam menguasai sesuatu hal sebagai modal dasar yang penting. Ditempatkan pada posisi dan tempat berbeda bukanlah masalah akan tetapi dijadikannya TANTANGAN.

Selamat bekerja dan optimis selalu untuk mencapai esok lebih baik, semoga.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima Kasih sudah berkunjung

Dimanapun kita tinggal akhirnya akan kembali kepada keluarga inti