- Awali pekerjaan Anda dengan Doa

Minggu, 09 September 2012

CUING (Cuing bukan Cingcau !)

Cuing, segeur rasanya
Cuing bukan cingcau, kenapa ? karena cuing bukanlah cingcau. Perbedaan pohon dan daun bisa dikatakan berbeda dari beberapa ciri. Jika Cingcau memiliki daun lebar dan tebal sedangkan Cuing tidak lebar dan tipis sedangkan dari pohon Cingcau tidak merabat sedangkan cuing merambat. Soal rasa jika pernah merasakan Cuing maka rasa cingcau jauh berbeda. Mungkin yang sama adalah cara membuat agar klorofil daun bisa terurai menjadikan cairan kental seperti jeli atau agar agar.

Kami di Kuningan Jawa Barat mengenalnya CUING, yang bisa didapat dari penjual cuing yang berkeliling mulai jam 08.00 atau jam 09.00 wib. Penjual cuing dengan ciri khas tersendiri yaitu ibu ibu dengan membawa boboko berisi cuing dan penututupnya memiliki multifungsi sebagai meletakan mangkok, tempat gula merah dan santan, cara membawa bobokonya pun terbilang unik di "suhun" atau diletakan di atas kepala.


Minumnya di atas kolam lagi
Cuing disajikan pada mangkok dengan campuran gula merah dan santan dengan kisaran harga Rp. 4000 - 5000. Minuman yang lain lebih nikmat jika dicampur es atau didiamkan dikulkas terlebih dahulu apalagi cuaca dalam keadaan panas. Lain halnya dengan cuing tanpa campuran es dan tanpa diletakan terlebih dahulu di kulkas atau lemari pendingin, rasanya ... akan terasa nikmat dan segar. Ngak percaya buktikan sendiri !



Maksukin ke mangkok yang banyak yah
Kandungan Klorofil (hijau daun) pada cuing tentunya pembaca lebih tahu juga halnya cuing sebagai "pendingin lambung sebagai obat panas dalam". Waktu penulis kecil dulu sering kali melihat para pembeli dari golongan chaines /cina apalagi pada musim "cengbeng" kalau di jakarta lebih dikenal dengan imlek.

Ingin membuatnya ? tentunya mengerjakannya sama dengan membuat cingcau hanya bahannya berbeda. Jika Anda mencari di Jabotabek sangat sulit jika adapun hanya dimiliki oleh orang orang tertentu dan disupermarketpun tidak ada. tetapi jika ada siapkan dulu bahan pokoknya daun dan air. Penulis sarankan memakai air masak juga untuk santannya.Untuk 6 porsi saja inilah resepnya (diedit dari sumber http://www.sajiansedap.com/recipe/detail/11175/cuing)

Bahan-bahan/bumbu-bumbu :
20 lembar daun cuing
500 ml air matang

Bahan Sirup:
300 gram gula merah
150 ml air matang

Bahan Kuah Santan:
400 ml santan dari 1 butir kelapa
1/4 sendok teh garam

Cara Pengolahan :
  1. Remas-remas daun cincau sambil dituang air matang sedikit-sedikit. Saring. Tuang ke tempat yang agak besar atau wadah.
  2. Diamkan 12 jam. Masukkan lemari es selama 2 jam (tidak dilakukan juga tidak apa apa)
  3. Sirup: rebus bahan sirup sambil diaduk sampai gula larut (dicampur nangka dan pandan biar harum). Saring lalu dinginkan.
  4. Rebus kuah santan sambil diaduk hingga mendidih dan tambahkan garam sedikit. Angkat lalu dinginkan.
  5. Sajikan cuing dengan sirup kuah merah dan santan.

Anak siapa sih yang nimbrung ?
Kalau tidak mau pusing, jika Anda berkunjung ke Kuningan Jawa Barat jangan lupa "cegat aja tukang cuing" beli yang agak banyak tanpa cicampur dengan santan dan gula merahnya. Simpan cuing yang Anda beli dalam kulkas dan jangan lama lama ...karena kelaman penyimpanan cuing akan kembali menjadi air. Waduh ...belinya jangan terlalu jauh dengan waktu pulangnya.

Kapan yah pulang ke KUNINGAN ?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Bertutur sapa yang sopan dan tidak memberikan link spam. terimakasih

Dimanapun kita tinggal akhirnya akan kembali kepada keluarga inti