Minggu, 07 September 2014

Perguruan Pencak Silat Bima Suci di Kuningan Jawa Barat

Sebagai alumnus dari perguruan ini, kangen juga akhirnya cari cari siapa tahu ada generasi penerusnya yang eksis dan mempublikasikan ke Internet baik tulisan, acara acara akbar, pertandingan dengan prestasi di dalamnya. Hasilnya hanya sedikit informasi yang didapat semoga dengan tulisan ini ada yang mengupdate berita ataupun acara yang diselenggarakan oleh perguruan ini.
Salah satu blog yang menerangkan cikal bakal perguruan Pencak Silat Bima Suci sesuai dengan keterangan yang dialami  penulis adalah blog http://psilat.blogspot.com/ Itupun dibuat tahun 2011 tanpa ada posting yang lain, sangat disayangkan padahal murid muridnya telah menyebar.  Dalam postingan ada kalimat " mempunyai aliran Pencak Sinar Ciremai dan tergolong pada jenis perguruan yang bersifat rasional liberal" penulis tidak 100% setuju karena jurus yang dipelajari lebih ke arah aliran Syahbandar dimana terjadi penggabungan aliran silat cimande dan aliran silat cikalong. Memang dalam perjalannya perguruan ini tidak mengharamkan memasukan jurus jurus baik dari silat ataupun semua ilmu beladiri manapun. Bisa dilihat dalam penggunakan jurus baku perguruan ini lebih condong ke penggabungan du aliran di atas. 

" Seorang tokoh dunia persilatan yang juga berstatus Kepala Desa, Madsaleh (lebih dikenal Kuwu Kuningan) mengembara ke berbagai pelosok daerah termasuk dari pesantren ke pesantren dan padepokan ke padepokan guna menuntut ilmu agama islam. Di samping itu, beliau pun mempelajari dan mendalami ilmu bela diri pencak silat sehingga akhirnya pada tahun 1932 mendirikan sebuah perguruan silat yang di beri nama PANCAK SILAT SINAR CIREMAI.Kemudian Rudianto, BA. Seorang pengajar di SMA Negeri 3 Kuningan berguru kepada yang bersangkutan dan di antaranya sekian banyak muridnya, ia dinilai paling rajin sehingga diberi amanah untuk mengembangkan pencak silat di Kabupaten Kuningan. ..... baca artikel lengkap


Ada lagi dukungan dari pejabat waktu itu tahun 2013 yang mengatakan pencak silat merupakan pilihan yang tepat " Wakil Bupati Kuningan Drs. Momon Rochmana, MM, mengatakan, Pencak silat bima suci merupakan salah satu warisan budaya yang harus senatiasa dipertahankan karena memiliki nilai-nilai budaya yang positif terutama bagi generasi penerus. “Warisan budaya pencak silat ini jangan sampai diadopsi/direbut oleh orang luar negeri sehingga nantinya dikemudian hari para generi penerus harus mempelajarinya keluar negeri,” tandasnya. Hal tersebut diutarakan Wakil Bupati Kuningan Drs. H. Momon Rochmana, MM, saat menghadiri HUT Pencak Silat Bima Suci SMUN 3 Kuningan, Minggu (24/3/2013) bertempat di Lingkungan Gor Ewangga.
Hadir dalam kesempatan tersebut Pembina Bima Suci Drs. Anwar Budiman, Pelatih Pencak Silat Bima Suci Yan Irwandi, Alumnus/Alumni Bima Suci, serta pengurus perkumpulan Pencak Silat Bima Suci Kabupaten Kuningan. ..... baca lebih lengkapnya


Selain tulisan ada juga yang mengupload di youtube  acara yang menyangkut penguruan bhima suci ini, walaupun kualitas kurang bagus tapi lumayan untuk pengobat rindu, ( untuk menonton silahkan berkunjung ke youtube dengan mengklik link ) Judulnya : Bima Suci Cup 1, 2, 3, 4, 5, 6  Oleh  panzi kun


Komentar Saya pada video yang diupload pada silat yang ada di kuningan. yaitu video putra cimande kuningan. Aliran Silat Cimande di Kabupaten Kuningan dina tahun 1980 an seurnana di wewengkon Desa Awirarangan. Aya tilu aliran di Kuningan teh Silat Cimande, Silat Cikalong sareng Silat Sabandar. Katerang abdi :
  1. Silat cimande teh dikenal ku jawara kumargi aliran keras (suku  lawan suku/lengeun lawan leungeun) atawa silat pu'un
  2. Silat Cikalong dikenalna ku golongan pensantren kumargi aliran lemah lembut tapi mematikan (ngagunakan tanaga lawan) jurusna saktina dina ujung siku sampe ramo
  3. Silat Sabandar atawa syahbandar dikenalna dina golongan pasukan kerajaan, penggabungan dua aliran diluhur. Cirina bisa heras bisa lemes.
Dari semua jurus yang paling penulis suka adalah jurus cikalong dan biasanya diberikan kepada para muridnya yang akan merantau keluar dari Kota Kuningan untuk bekerja. 

Semoga Guru besar Madsaleh, Rudianto dan Mamat Komarudin mendapatkan tempat yang layak dan diterima semua amal perbuatannya, diringankan dosanya oleh Alloh SWT, amiin. Semoga postingan ini bermanfaat.

3 komentar:

  1. terimakasih artikel nya gan sangat bermanfaat dan menambah wawasan...

    BalasHapus
  2. wah sama mas, saya pernah ikut bima suci tapi sejak saya sd kelas 2, kalo gak salah sekarang udah lupa. pingin ikutan lagi tapi dimana yah, pingin mengontrol emosi.Saya juga masih orang kuningan jabar.

    BalasHapus

Terima Kasih sudah berkunjung

Dimanapun kita tinggal akhirnya akan kembali kepada keluarga inti