Kamis, 10 September 2015

IKET SUNDA

Naha maneh teu make iket jang ? (kenapa kamu tidak pakai ikat kepala ?) lain maneh teh urang sunda ? ( bukanya kamu orang sunda ?)

Suatu anekdot bahwa orang sunda sudah tidak memakai adat kesundaanya, masih dimaklumi  jika dalam kondisi merantau atau ada di daerah "deungeun deungeun / negeri orang" syukur kalau menggunakannya. 
Jangankan anak muda yang terpengaruh budaya lain orang tua pun sudah banyak tidak memakai ikat kepala sebagai ciri khas kesundaan.
Penulis dalam mencintai budaya sunda sebagai bagian kehidupan karena lahir di tatar sunda dalam tumbuh kembangnya setelah merantau ke daerah lain karena semakin kita jauh dari tanah kelahiran maka budaya induk akan sangat dominan untuk dikangenin. Mulai belajar babad pajajaran, bahasa sunda dan lain lain. Kemana pergi selalu mengunakan ikat kepala atau iket suatu trendi, karena sudah pindah lagi ke tanah jawa penggunaan iket ini hanya kalau ada acara tertentu misalnya wisata atau kunjungan tidak resmi sekalian beli iket kepala khas daerah yang dikunjungi. Memang tidak mudah mensundakan orang sunda juga pada diri sendiri, banyak orang melihatnya dengan pandangan aneh sipemakai iket kepala tersebut walaupun didaerah sunda atau wilayah propinsi jawa barat dan banten. Aneh Bukan ?

Ada kebagaan memakai ikat kepala sebagai urang sunda, terserah apa kata mereka. Jenis dalam memakai iket kepala khas sunda.
Jenis Iket Sunda:
Iket Barangbang Semplak 
Iket Julang Ngapak 
Iket Mahesa Wangsa
Iket Candra Sumirat
Iket Koncer
Iket Kole Nyangsang
Iket Kampung adat Dukuh
Iket Parekos Jengkol
Iket Parekos Gedang
Iket Parekos Nangka
Iket Kebo Modol
Iket Buaya Ngangsar




1 komentar:

  1. artikel nya bagus gan, jadi tambah ilmu tentang adat sunda...

    BalasHapus

Terima Kasih sudah berkunjung

Dimanapun kita tinggal akhirnya akan kembali kepada keluarga inti