Selasa, 11 Oktober 2016

Gunung Padang Jawa Barat

KOMPAS IMAGES / FIKRIA HIDAYAT - KRISTIANTO PURNOMO

Terjemahan dari tulisan dari upload video youtube oleh erick ridzky

Gunung Padang adalah situs megalitik yang terletak di Desa Karyamukti, Kabupaten Cianjur, Provinsi Jawa Barat dari Indonesia, 50 km barat daya dari kota Cianjur atau 6 kilometer dari stasiun Lampegan. Ini adalah situs megalitik terbesar di seluruh Asia Tenggara. Keberadaan situs itu disebutkan dalam Rapporten van de Oudheidkundige Dienst (ROD, "Laporan Dinas Purbakala") pada tahun 1914. Sejarawan Belanda NJ Krom juga menyebutkan dalam tahun 1949. Karyawan dari Pusat Penelitian Arkeologi Nasional mengunjungi situs di 1979 untuk studi arkeologi, sejarah, dan geologi. Terletak di 885 meter di atas permukaan laut, situs mencakup sebuah bukit dalam serangkaian teras berbatasan dengan dinding penahan batu yang diakses oleh sekitar 400 langkah andesit berturut naik sekitar 95 meter. Hal ini ditutupi dengan batu persegi panjang besar asal vulkanik. Orang-orang Sunda menganggap situs suci dan percaya itu adalah hasil dari upaya Prabu Siliwangi untuk membangun sebuah istana dalam satu malam. Asimetris Punden berundak menghadapi laut, ke Gunung Gede dan dibangun untuk tujuan ibadah. Hal ini terletak di posisi yang telah dicatat untuk faktor geomantic dan astrologi nya. Berdasarkan berbagai teknik kencan, situs itu selesai 5000 SM dan sangat mungkin jauh lebih awal. Bahkan ada indikasi awal bahwa situs bukit mungkin sendiri menjadi konstruksi piramida kuno. 

Sebuah survei yang dilakukan pada 2012 menunjukkan sebagai berikut: - Situs itu tanggal 6.500 tahun BP (sebelum sekarang) oleh karbon penanggalan radiometrik pada 3--4 meter di bawah permukaan (12.500 tahun pada 8 sampai 10 meter di bawah permukaan), dan artefak pada tanggal permukaan sekitar 4.800 tahun BP. - Berdasarkan geolistrik. georadar, dan pengujian geomagnetik, setidaknya hingga 15 meter dari permukaan ada konstruksi dengan ruang besar. - Tidak seperti sisi selatan dengan 5 teras batu, sisi timur memiliki 100 teras batu dengan lebar dan tinggi dari 2x2 meter. Sisi barat juga memiliki teras batu tapi masih tertutup oleh tanah dan semak, dan sisi utara memiliki, selain 1,5 tangga meter-lebar, teras juga. - Wilayah situs sekitar 25 hektar, berbeda misalnya untuk Candi Borobudur, yang hanya menempati 1,5 hektar.

Konstruksi Wall-sisi teras adalah mirip dengan Machu Picchu di Peru. - Survei digunakan GSSI georadar lain, Multi-Channel SuperSting R-8 dan geomagnet GEM-Ovenhausser menemukan bahwa. - Ada struktur di luar struktur Gunung Padang. Karbon kencan oleh Beta Analytic Miami, Florida pada daerah antara 3 dan 12 meter menunjukkan struktur bisa di tanggal Bahkan untuk setua 16.000 tahun BP. 2013 Survei Struktur luar struktur Gunung Padang lebih tua dari struktur atas. Pada kedalaman 1-4,5 meter dengan Beta Analytic Radiokarbon (BETA) yang lebih tua (bawah) struktur dibangun pada 4500 SM, dan struktur atas sekitar 500 SM. Pada kedalaman 4,5 meter yang ada batu dengan specie yang terdiri dari 45 persen zat besi, 15 persen tanah liat, dan silika sisanya. surveyor menemukan sebagian kecil baja 10 sentimeter. The Independent Penelitian Terpadu Gunung Padang Tim, difasilitasi oleh Staf Khusus Presiden untuk Bantuan Sosial dan Bencana, menemukan struktur batu buatan manusia di bawah situs kuno Gunung Padang, di Desa Karyamukti, Kecamatan Campaka, Kabupaten Cianjur. Menurut hasil survei dari tim yang melakukan penggalian arkeologi dan survei geolistrik di lereng timur bukit pada bulan Maret 2013, struktur batu kolom andesit ditemukan dengan dekat posisi horizontal memanjang timur-barat. Tim geologi dan juga pelatih dari 

Perhimpunan Indonesia Ahli Geologi pusat, Andang Bachtiar, ditemukan fakta-fakta yang tidak diketahui sebelumnya tentang komposisi situs. Bahan semen memiliki komposisi utama 45% mineral besi dan silika mineral 41%. Sisanya adalah 14 mineral% tanah liat dengan juga elemen karbon. Hasil analisis radiometrik dari kandungan unsur karbon di beberapa sampel semen di bor inti dari kedalaman 5--15 meter yang dilakukan pada tahun 2012 di Laboratorium bergengsi, BETALAB, dari Miami, USA pada pertengahan 2012 menunjukkan usia berkisar antara 13.000 dan 23.000 tahun BP. Sebelumnya, dalam hasil carbon dating yang dilakukan di laboratorium BATAN, pasir kuarsa dominan yang mengisi rongga antara kolom andesit di kedalaman 8--10 meter di bawah lima teras juga menunjukkan rentang usia yang sama, dari sekitar 13.000 tahun BP. Penelitian terbaru menemukan bahwa situs tersebut terdiri dari 4 lapisan, yang pertama tanggal untuk 600 tahun SM, yang kedua untuk 4.900 tahun SM, dan yang ketiga dan lapisan keempat yang masih diteliti oleh Terpadu Mandiri (Indonesia Bersatu) Tim penelitian, meskipun beberapa indikator menunjukkan sebelumnya masih seperti disebutkan di atas.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima Kasih sudah berkunjung

Dimanapun kita tinggal akhirnya akan kembali kepada keluarga inti